Bersahabat dengan Jakarta (Bajaj)
Friday, February 22nd, 2008Hidup selama kuranglebih empat hari di Jakarta. Membuat saya sedikit lebih betah dengan hirukpikiknya suasana jalan dan teriknya si lamp besar di tengah hari bolong. Dan… hei!! Saya mulai bersahabat dengan Jakarta!!
Ketika saya mulai bersahabat baik dengannya, saya diharuskan kembali pulang ke kota kecil yang tidak seberapa namun banyak penghuninya karena sebuah instansi universitas "ternama" ada di dalamnya. Yah, tentu saja, saya harus berkutat dengan masalah akademis lagi! Tidak menyenangkan…
Berada di Jakarta. Saya memang kurang menyenangi kota ini. Mungkin karna saya telah terbiasa hidup di daerah Bnadungdansekitarnya, tinggal di Jakarta membuat saya pusing dan mualmual setiap saat melihat barisan kendaraan dan teriakan kondektur busbus yang melaju dan berhenti sesaat. Fyuuhhhh……
Setelah tiga hari di Jakarta dan memang pure pergi ke berbagai tempat di sana tanpa manja [baca: dianter], saya mulai sedikit mengenal kebiasaan orangorang sibuk dan jalurjalur man yang dilalui bus terutama busway. Meski harus berjalan kaki demi mendapatkan tempat pemberhentian terdekat, saya santaisantai saja. [Hei, ini bukan Bandung, yang jika tersesat pasti kembali lagi ke tempat semula!] Ya, saya tahu itu. Tapi masalahnya, saya berjalan dengan dua teman yang memang bukan orang Jakarta keduanya!
Hal paling menyenagkan selama di jakarta kemarin: BAJAJ!!!!!!!!!!!
Sebenarnya ada dua hal yang paling penting: Bajaj dan busway. Tapi begitu merasakan di dalam busway, sensasi yang keluar tidak sebesar ketika saya naik bajaj. Sebenarnya saya kecil tinggal di Jakarta, dan memang sudah biasa naik bajaj. Namun sekarang, setelah saya pindah dari kota itu, dan ketika saya tinggal di rumah saudarasaudara saya, saya tidak diperbolehkan naik kendaraan umum. Menyebalkan, memang. Ke manamana harus dengan sepupu saya atau bahkan dengan ibunya!
Petualangan kemarin benarbenar berharga bagi saya, yang memang akan tinggal di Jakarta nantinya.
Satu fakta yang tidak kita temui di Bandungdansekitarnya: orangorang lalulalang dengan cepat membuat kita mautidakmau berjalancepat juga seperti mereka. Orang sibuk. Saya jadi terbiasa jalancepat dan tahu sebabnya mengapa si "mas" selalu berjalan cepat dibanding saya. Hmmmm…. Pengaruh kota…
Yah begitulah.. kirakiranya, pengalaman dan lebih tepatnya lagi petualangan saya bersama si dua teman yang amazing selama empat hari berkeliling kota Jakarta.
Terimakasih bagi temanteman yang mau merelakan membuang waktunya untk membaca blog saya inih. ^^